Optimalisasi Pengelolaan Arsip untuk Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif
Mengapa demikian?
Alasannya pada saat penjajahan jepang, pemerintah jepang menggunakan radio-radio sebagai media penyebar propaganda sehingga pemerintah jepang tidak segan untuk merampas dan menyegel radio-radio yang tidak berpihak dan sesuai dengan misi pendudukannya. Oleh karenanya timbullah inisiatif arek-arek suroboyo pada saat itu untuk membuat radio yang dapat dipergunakan sebagai media informasi dan hiburan bagi pribumi
yang jauh dari kepentingan pemerintah Jepang (penjajah) dengan menyamarkan bentuk radio tersebut menyerupai bekupon di dalam taman.
Pada masa revolusi 1945 di Surabaya radio ini memberi peranan sangat penting, radio bekupon menjadi saksi bisu dikala pidato-pidato heroik Bung Tomo, Gubernur Suryo, hingga Dr. Mustopo ketika mengobarkan semangat dan mengkonsolidasi arek-arek Suroboyo ketika melawan penjajahan.
Pada dinding pilar penyangga radio terdapat tulisan “radio perjuangan 1945 Museum Brawidjaya” namun tulisan tersebut hampir tidak terlihat karena tertutup oleh cat dinding pilar penyangga radio sehingga untuk memgetahuinya perlu dilakukan pengarsiran pada media kertas
Letak Radio bekupon semula berada di dalam taman. Namun saat ini keberadaan radio tersebut berada di tikungan jalan luar taman
dengan kondisi tidak tertanam dalam tanah dan pilar penyangga diikat tali pada pohon agar tiang dinding radio dapat berdiri tegak.
Mari bersama-sama kenali dan peduli akan kesejarahan bangsa kita.
Salam Jas Merah!!!
(Jangan sekali-kali melupakan sejarah)
#dinasperpustakaandankearsipankotasurabaya #penelusuransejarah #sejarahsurabaya #explorersurabaya #literasisejarah #surabaya
Gathering Rumah Bahasa Surabaya: Pererat Kebersamaan dan Tingkatkan Kapasitas Tutor serta Partisipan