Hari Dongeng Nasional diperingati setiap tanggal 28 November untuk menghormati kontribusi Drs. Suyadi (Pak Raden) dalam dunia dongeng di Indonesia. Perayaan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi mendongeng yang menjadi salah satu cara menanamkan nilai moral dan memperkenalkan budaya Indonesia. Rumah Bahasa Surabaya menyambut hari istimewa ini dengan mengadakan Kelas Kebudayaan Jepang bertema "Mukashibanashi: Asal Usul Surabaya" pada Sabtu, 23 November 2024.
Mukashibanashi adalah istilah dalam bahasa Jepang yang berarti "cerita rakyat" atau "dongeng tradisional". Mukashibanashi sering digunakan untuk menyampaikan kisah-kisah berisi nilai moral, kebijaksanaan, dan pelajaran hidup yang diwariskan secara turun-temurun di negeri matahari terbit. Kelas kebudayaan yang diadakan oleh Rumah Bahasa Surabaya memberikan nuansa baru bagi peserta, karena cerita lokal tentang asal-usul Surabaya dikemas dengan menggunakan gaya tradisional Jepang, yaitu Mukashibanashi.
Kelas kebudayaan kali ini dipandu oleh Momo Shirai yang dikenal sebagai Momo Sensei, seorang penutur asli Jepang yang fasih berbahasa Inggris. Dengan pengalamannya sebagai pengajar kelas bahasa Jepang di Rumah Bahasa sejak 2023, Momo Sensei mampu menghidupkan suasana kelas melalui dongeng yang menarik dan interaktif.
“Di kelas hari ini, para partisipan terlihat sangat enjoy, meskipun agak kesulitan memahami akhir cerita dalam Bahasa Jepang, mereka masih terlihat sangat senang.” Ujar Momo Sensei menjelaskan suasana kelas selama kegiatan berlangsung.
Kelas hari ini terasa menyenangkan, karena Saya dan Momo Sensei tadi menonton video Mukashibanashi: Asal-usul Surabaya yaitu cerita sejarah terbentuknya Surabaya tapi berbahasa Jepang. Tadi kita juga diminta untuk membaca teks tentang sejarah atau asal-usul kota Surabaya." Ungkap Ziyad, salah satu peserta kelas kebudayaan Jepang. Teks yang dibacakan oleh peserta menggunakan aksara Jepang, “バヤは 陸(りく)で いちばん つよく、狩(か)り が じょうずで、森(もり) に すむ すべて の どうぶつ から こわがられていました。(Baya adalah orang yang paling kuat di darat, Ia sangat pintar dalam berburu, dan ditakuti oleh seluruh hewan yang hidup di hutan).
Para peserta di Rumah Bahasa Surabaya sangat antusias dengan Kelas Kebudayaan Jepang dibuktikan dengan peserta yang tetap mengikuti kegiatan sampai akhir.
Melalui kegiatan ini, Hari Dongeng Nasional tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga budaya tetap lestari. Penggabungan cerita rakyat Indonesia dan tradisi Mukashibanashi asal Jepang, membuat para peserta tidak hanya menonton sebuah dongeng tetapi juga memperdalam pemahaman tentang budaya Jepang dan melatih keterampilan bahasa para peserta.
Penulis: Zevanya Revine Fourlingga