Sabtu (10/2/2018) Taman Baca Masyarakat (TBM) di RW 1 kelurahan Tembok Dukuh kecamatan Bubutan sedikit berbeda. Siang itu TBM tersebut lebih ramai daripada hari-hari biasanya. Balai RW yang luasnya hampir sama dengan lapangan futsal tersebut ramai oleh anak-anak kecil. Beberapa dari mereka sibuk menyiapkan amunisi perang yang dibawa dari rumah; pensil warna, crayon, alas gambar, dan rautan. Ya, hari ini mereka akan mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh para petugas TBM se-kecamatan Bubutan.
Beberapa orang tua terlihat lebih sibuk menyiapkan peralatan anaknya daripda sang anak. Mereka lebih antusias melihat hadiah yang akan mereka perebutkan pada lomba kali ini. Beberapa terlihat saling berbisik dengan temannya. Beberapayang lain memilih untuk menanyakan langsung pada panitia apa gerangan isi bungkusan coklat yang menjadi hadiah mereka nantinya.
Acara lomba dibuka dengan ice breaking sebuah metode untuk membuat anak lebih rileks sekaligus lebih fokus untuk mengikuti jalannya acara. Yudi Andri, Novia Tyas dan Fitriah Ningsih yang didapuk memandu ice breaking mampu membuat suasana semakin menyanangkan. Anak-anakpun jadi terlihat lebih semangat mengikuti jalannya lomba.
Lomba kali ini mengambil tema ikon Surabaya yaitu ikan Sura dan Buaya. “sebagai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya sudah sepatutnya kita memperkenalkan kota kita sendiri kepada generasi penerus bangsa. Jangan sampai generasi penerus bangsa alpa akan sejarah kota Surabaya. Oleh sebab itu, kita mencoba menganalkan kota Surabaya dengan media yang menyenangkan agar bisa diterima oleh anak-anak, yaitu mengambar.” Cetus Novia.
Lomba dilaksanakan kurang lebih selama satu jam. Meskipun tanpa bimbingan orang tua, terlihat anak-anak yang seluruhnya adalah anak sekolah dasar terlihat sangat percaya diri. Hasilnya padu-padan warna yang apik dan berani muncul dari bebrapa peserta.
Lomba berakhir tepat pukul dua siang. Lomba ditutup dengan pemberian Hadiah kepada pemenang. Selain itu, sebagai penutup acara Deny Gita petugas TBM kelurahan Gundih bercerita tentang keberanian ikan Sura dan Buaya yang pada akhirnya membentuk nama Surabaya.