Sabtu (10/2) adalah kali kedua kegiatan lomba gabungan dilaksanakan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) kecamatan Sukolilo. Kegiatan yang berlangsung di TBM RW 01 Gebang Putih ini mengangkat tema yang berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Tema sebelumnya adalah berliterasi sambil bermain. Sedangkan, tema kali ini adalah literasi bernuansa Surabaya. Tujuannya agar anak-anak lebih memahami dan mencintai kota tempat tinggalnya.
Panasnya cuaca di luar, tak mengurangi semangat peserta lomba. Justru, panasnya kota Surabaya tak semembara semangat mereka. Acara yang dimulai pukul 13.00 ini dibuka dengan perkenalan dan ice breaking. Anak-anak menari mengikuti instruksi dan layar yang berada di depan mereka. Mereka menari secara berpasangan. Pasangan yang kompak mendapatkan doorprize.
Selanjutnya, panitia memutarkan film 'Asal Mula Surabaya' yang berdurasi pendek. Tak terasa, 15 menit telah berlalu, panitia pun memulai kegiatan lomba mewarnai dan bercerita. Peserta kelas 1 SD sampai kelas 2 SD mewarnai gambar Suro dan Boyo sedang membersihkan taman. Sedangkan peserta kelas 3 SD dan kelas 4 SD bercerita mengenai 'Asal Mula Surabaya' sesuai dengan pemahaman mereka. Mereka bercerita sesuai film yang sempat mereka tonton, bahkan ada juga yang mengombinasikannya dengan cerita dari buku bacaan yang pernah mereka baca.
Selama dewan juri memberikan penilaian dan berdiskusi menentukan pemenang, panitia mengajak anak-anak untuk mendengarkan story telling dari Kak Ninuk. Raut bahagia, terlihat jelas di wajah mereka. Mereka terlihat begitu antusias menyimak cerita mengenai bahaya jajan sembarangan. Kegiatan story telling ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anak-anak sekaligus untuk membunuh rasa was-was anak-anak dalam menunggu pengumuman pemenang.
Puncak acara pun tiba. Pembawa acara membacakan juara 1, 2, 3 lomba mewarnai dan bercerita. Penyerahan hadiah diberikan oleh ibu Irijanti selaku koordinator kecamatan Sukolilo. Usai penyerahan hadiah, tidak lupa panitia mengajak seluruh peserta dan panitia mengabadikan momen ini. Kegiatan lomba gabungan pun berakhir. Harapannya, usai acara ini semangat anak-anak dalam berliterasi tetap membara dan tak akan pernah pudar. (yetik)