Surabaya, 22 Februari 2025 - Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11, Rumah Bahasa Surabaya menggelar gathering dengan konsep potluck party. Acara ini dihadiri oleh para tutor sukarelawan dan partisipan yang turut membawa makanan dan minuman untuk dinikmati bersama. Bertempat di Rumah Bahasa Surabaya, kegiatan berlangsung meriah dengan dress code biru dan putih.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan pembukaan oleh Kak Tania, tutor bahasa Turki yang bertugas sebagai MC. Sesi awal diisi dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. "Selamat ulang tahun untuk Rumah Bahasa Surabaya," ujar Ibu Mia Santi Dewi, S.H., M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, dalam sambutannya.
Setelah sambutan, peserta diajak mengikuti berbagai permainan interaktif. Salah satunya adalah estafet kertas yang dipandu oleh Kak Sety, tutor bahasa Inggris. Permainan ini mengharuskan setiap kelompok menjaga kertas tetap utuh saat berpindah dari satu peserta ke peserta lainnya. Keseruan semakin bertambah saat peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan ini dengan baik dinyatakan sebagai pemenang.
Acara kemudian berlanjut dengan sesi berbagi pengalaman bersama #KawanBahasa. Pak Wawan, tutor bahasa isyarat, menyampaikan rasa syukurnya karena diberikan kesempatan mengajar dan belajar di Rumah Bahasa. Melalui juru bicara bahasa isyarat, ia menuturkan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi teman-teman berkebutuhan khusus. Ia juga berharap Rumah Bahasa terus berkembang dan memberi dampak lebih luas di masa depan.
Tak berhenti di situ, Kak Sety kembali mengajak peserta bermain dalam tantangan kreativitas. Kali ini, kelompok peserta dibagi menjadi dua tugas utama: mewarnai dan membuat shuriken dari kertas origami. Shuriken yang telah dibuat kemudian dilemparkan ke tempat yang disediakan, dan kelompok dengan jumlah shuriken terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
Setelah berbagai aktivitas seru, peserta akhirnya menikmati makanan yang telah mereka bawa. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antara tutor dan partisipan, sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di dalam komunitas Rumah Bahasa.
Harapan besar disampaikan oleh para peserta untuk masa depan Rumah Bahasa Surabaya. "Semoga menjadi tempat belajar yang nyaman dan bermanfaat bagi warga Surabaya dan sekitarnya, terutama bagi mereka yang antusias mempelajari bahasa asing baru," ujar Kak Tania. Senada dengan itu, Kak Sinta, partisipan yang telah bergabung selama satu tahun, menyampaikan harapannya, "Semoga Rumah Bahasa terus maju dan menginspirasi warga Surabaya untuk semangat belajar bahasa serta mampu berkompetisi di dunia global. Maju terus, Rumah Bahasa Surabaya!"
Melalui gathering ini, Rumah Bahasa Surabaya tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga memperkuat komitmennya sebagai ruang belajar yang inklusif dan inspiratif bagi masyarakat.