Surabaya - Arsip Tugu Pahlawan tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya berupaya mengajukan Arsip Tugu Pahlawan sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB). MKB merupakan program kegiatan dari Arsip Nasional Republik Indonesia sejak tahun 2021.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya (Dispusip) sebagai leading sector telah mengajukan Arsip Tugu Pahlawan sebagai nominator MKB pada Januari 2024. Setelah proses pengajuan Dispusip kemudian melakukan presentasi pada Selasa (22/2) kepada Dewan Pakar yang dipimpin langsung oleh Kepala Dispusip, Mia Santi Dewi, S.H., M.Si.
Upaya intensif terus dilakukan oleh Dispusip dengan menerima kunjungan Tim Arsip Nasional Republik Indonesia pada Sabtu (6/3). Perwakilan Tim yang terdiri dari M. Haris Budiawan (Ketua Tim Memory of Nation and Memory Of the World) Dr. M. Taufik, M.Si (Wakil Ketua Dewan Pakar MKB) dan Dra. Sri Sumekar, M.Si (Anggota Dewan Pakar MKB), turut didampingi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof. Dr. Poernawan Basundoro, S.S. M.Hum dan Kukuh Yudha Karnanta selaku akademisi dari FIB Unair.
Dalam kesempatan tersebut, Mia Santi Dewi selaku Kepala Dispusip memaparkan kegiatan preservasi dan rencana kedepan jika Arsip Tugu Pahlawan ditetapkan sebagai MKB. Paparan tersebut mendapat respon positif dari para ahli yang hadir.
"Pengajuan MKB tahun ini menurut saya yang memiliki data paling lengkap, yakni Surabaya," ujar Sri Sumekar, anggota Dewan Pakar MKB.
M. Harris Budiawan, selaku Ketua Tim, juga memberikan apresiasi terhadap upaya preservasi dan digitalisasi arsip yang telah dilakukan.
"Kegiatan preservasi dan restorasi arsipnya sudah lengkap dan sangat baik, serta telah dipublikasikan di SIKN (Sistem Informasi Kearsipan Nasional) dengan objek digitalnya," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Taufik, wakil Ketua Dewan Pakar MKB yang merupakan putra daerah Jawa Timur, menyuarakan rasa bangganya dengan diajukannya Arsip Tugu Pahlawan sebagai MKB.
"Saya asli wong Jatim sungguh sangat bangga jika Surabaya mengajukan Memori Kolektif Bangsa karena Surabaya memiliki nilai histori perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat kuat. Saya akan kawal pengajuan Arsip Tugu Pahlawan sampai lulus sebagai MKB," tegasnya.
Menanggapi hasil uji petik yang dilakukan oleh dewan pakar, Kepala Dispusip Mia Santi Dewi optimis bahwa upaya Surabaya akan membuahkan hasil.
"Hasil uji petik menurut penilaian dewan pakar sudah lengkap dan tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan. Kami harap pada tahun ini Dispusip Kota Surabaya berhasil mendaftarkan Arsip Tugu Pahlawan sebagai MKB," ungkap Kepala Dispusip optimis.
Adapun hasil sidang program Registrasi Arsip Memori Kolektif Bangsa rencananya akan diumumkan Hari Kearsipan di bulan Mei.



