Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya menggelar Final Lomba Mendongeng SD/MI Tingkat Kota Surabaya 2024 yang bertempat di Siola Convention Hall pada Kamis (22/1) dengan tema Cerita Rakyat Surabaya.
Kegiatan diikuti oleh para siswa-siswi yang duduk di kelas 4 atau 5 SD/MI di Kota Surabaya. Pada tahap sebelumnya para finalis mengikuti seleksi dari 502 peserta yang telah dilaksanakan oleh Dispusip dengan mengunggah video penampilan pada laman youtube milik masing-masing peserta.
Kegiatan Lomba Mendongeng yang diselenggarakan oleh Dispusip merupakan bentuk dari implementasi untuk melatih kreativitas dan salah satu upaya dalam meningkatkan literasi. Selain itu, mampu menjadi ajang pengembangan anak untuk mengetahui potensi diri sendiri dalam mendongeng.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Ibu Mia Santi Dewi, S.H., M.Si. menyatakan bahwa Lomba Mendongeng merupakan salah satu kegiatan tahunan dalam upaya meningkatkan literasi anak-anak di Kota Pahlawan.
Semangat yang membara dapat dilihat dari peserta Lomba Mendongeng SD/MI Tingkat Kota Surabaya Tahun 2024 yaitu dari penampilan yang begitu mendalami peran dari cerita yang dibawakan serta adanya variasi alat peraga mendongeng yang digunakan.
Terlihat peserta tampak totalitas dalam membawakan setiap cerita yang dibawakan menjadi salah satu faktor bahwa para peserta mempersiapkan semua dengan matang.
"Selamat kepada anak-anak, dari 502 menjadi 25 peserta, Anak- anak tampil dengan maksimal, Terima kasih sudah ikut melestarikan budaya surabaya,” ujar Ibu Mia.
Akhirnya, diperoleh Pemenang Lomba Mendongeng SD/MI se-Kota Surabaya, yaitu:
- Juara 1 diraih oleh Kevin Fitrah Al-Kareem dari SDN Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya yang menampilkan dongeng “Perjuangan Raden Wijaya Menghadapi Pasukan Tar-Tar di Surabaya”
- Juara 2 diraih oleh Ken Amrtya Akeela El Jati dari SDN Kertajaya Surabaya yang menampilkan dongeng "Sawunggaling"
- Juara 3 diraih oleh Kenzo Aprilio Aryanto dari SDN Simomulyo 1 Surabaya yang menampilkan dongeng “Cerita Asal-Usul Kota Surabaya"
"Saat saya tampil saya tidak merasa gugup sama sekali, malah saya merasa senang karena saya bisa tampil di depan juri dan teman-teman lainnya,” ujar Kevin saat selesai lomba.
Dongeng Budhale Teko Ati, Semangate Koyo Gheni, Ngukir Jiwo Lan Budi Pekerti.




