Masa lampau adalah keniscayaan, masa kini kenyataan, dan masa depan adalah harapan. Hal ini relevan dengan terminologi Nevin yang mengatakan bahwa sejarah adalah jembatan penghubung antara masa lalu dan masa sekarang, dan sebagai petunjuk kearah masa depan.
Selaras dengan terminologi Nevin. Maka, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya (Dispusip) yang berlokasi di Dukuh Kupang Surabaya memberikan informasi terkait sejarah kepada masyarakat yang bisa diakses secara terbuka khususnya koleksi sejarah mengenai perkembangan Kota Surabaya mulai dari zaman penjajahan hingga sekarang.
Galeri Dispusip dibuka setiap Senin s.d Jumat mulai pukul 08.00 WIB s.d 16.00 WIB.
Beberapa bukti peninggalan sejarah di Galeri Dispusip, antara lain:
1. Surabaya dari Masa ke Masa

Galeri Dispusip memiliki banyak koleksi foto yang menampilkan Surabaya dari masa ke masa. Dengan mengunjungi galeri pengunjung diajak seperti menembus lorong waktu mengenai Surabaya pada zaman dahulu.
2. Potret Walikota Surabaya Tahun 1916 s.d 2023

Kelebihan Galeri Dispusip salah satunya adanya potret lengkap Walikota Surabaya dari mulai dipimpin oleh Belanda seperti Mr. A. Meyroos (1916-1920), sampai Takashi Ichiro (1942-1945) dari Jepang.
3. Koleksi Peluru sebagai Saksi Bisu

Surabaya menjadi salah satu saksi bisu pertumpahan darah saat memperjuangkan kemerdekaan, peluru-peluru tersebut ditemukan di Benteng Kedung Cowek. Pengunjung bisa melihat koleksi Peluru hanya dengan berkunjung ke Galeri Dispusip.
4. Potret Pertempuran 10 November 1945

Para pemuda Surabaya memperjuangkan kemerdekaan hingga titik penghabisan. Bukti pertempuran yang sengit bisa dilihat langsung di Galeri Dispusip.
Yuk, segera masukkan Galeri Dispusip Surabaya untuk menjadi salah satu destinasi liburan!

