“Libraries are not made; they grow” – Augustine 1850-1933. Karena itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Surabaya selalu berbenah agar perpustakaan terus tumbuh melalui rangkaian kegiatan percepatan literasi yaitu Surabaya Akseliterasi. Salah satunya dengan membuka kelas pendongeng dan penulis secara gratis. Kelas tersebut dibuka untuk pelajar SD kelas 4 dan 5 dan SMP kelas 7 dan 8 dengan total peserta 120 orang masing-masing 10 kali pertemuan.
Kelas pendongeng dan penulis dibimbing oleh guru profesional di bidangnya yaitu untuk guru kelas pendongeng oleh Bunda Inge. Bunda Inge adalah seorang pegiat literasi yang fokus mengembangkan komunitas dongeng. Sedangkan kelas menulis diampu oleh Kak Maya yang juga seorang penulis buku cerita anak.
Kelas Pendongeng dan Penulis resmi dibuka pada Sabtu (03/02/18). Kelas Pendongeng bertempat di Perpustakaan Balai Pemuda. Materi kali pertama yaitu perkenalan dan menumbuhkan rasa percaya diri peserta. Setelah itu peserta diminta membaca buku dan menceritakan dengan singkat isi ceritanya. Tujuannya untuk melihat kemampuan verbal peserta sehingga pengajar bisa mengukur modalitas saat memberikan materi dongeng. Peserta dengan 10 kali pertemuan diharapkan mampu menjadi pendongeng hebat setelah lulus dari kelas pendongeng,
Sedangkan, Kelas Penulis bertempat di Rumah Matematika Balai Pemuda. Materi kali pertama yang diberikah oleh Kak Maya yaitu mengenai urgensi harus belajar menulis, kendala yang dihadapi saat menulis dan cara mencari ide menulis sekaligus praktik menulis. Peserta dengan 10 kali pertemuan diharapkan mampu menjadi penulis hebat yang menelurkan karya.