Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Tentang

Kawasan Pecinan

-

Keterangan :

Jalan Karet sudah ada sejak 1700-an. Jalan Karet semakin berkembang ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menguasai Surabaya sekitar 1740-an. Pada abad ke-19, Jalan Karet termasuk salah satu jalur perdagangan lantaran terdapat Pelabuhan Kalimas.  Kalimas menjadi pelabuhan utama pada sekitar akhir abad 19 di Surabaya. Tak hanya itu, Sungai Kalimas juga menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk transportasi air.  sebagai salah satu wilayah perdagangan,  perusahaan Belanda mendirikan bangunan di sekitaran Jalan Karet.

Sejak dahulu, Jalan Karet tekenal menjadi pusat perniagaan dan perdagangan masyarakat Tionghoa. Meski kini Jalan Karet mengalami banyak perubahan semisal beberapa bangunan yang beralih fungsi menjadi gudang dan bongkar muat, Jalan Karet Surabaya tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai saksi bisu tumbuh kembangnya peradaban Tionghoa di Kota Pahlawan