Trofi Kebanggaan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kota Surabaya

Puluhan anak berjalan kaki menuju Taman Baca Masyarakat (TBM) kelurahan Simo Mulyo dengan memakai seragam berwarna coklat (10/3/2018).  Enam trofi dan beberapa hadiah siap diperebutkan oleh anak-anak. Cuaca panas membuat anak-anak memilih untuk berada di koridor yang letaknya dekat dengan pepohonan. Seraya menunggu peserta yang lain, anak berhijab coklat ini asyik membaca buku sambil mendengarkan musik yang bernuansa instrument kala itu. Ia pun terlihat malu-malu ketika ditanya mengenai buku apa yang dibacanya.

Lomba akan segera dimulai, para peserta berkumpul untuk mengikuti pengarahan dan sekaligus joged baby shark yang hits saat ini. Melihat gelak tawa anak-anak, menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa bahagia itu sangatlah sederhana.

 Satuu, duuaa, tigaa aba-aba panitia tanda dimulainya lomba. Dengan sigap anak-anak meraih pensil lalu menarik garis-garis itu menjadi sebuah gambar yang utuh. Tak lupa mereka mewarnai dan mengisi gambar tambahan agar menjadi gambar yang sempurna.

 Disisi yang lain lomba berpidato juga menjadi sorotan bagi pengunjung yang disana. Dengan tema membudayakan literasi, anak-anak harus mampu membacakan pidato dengan ekspesi, intonasi layaknya tokoh-tokoh penting. Beberapa anak terlihat gemetaran dan izin ke toilet untuk mengurangi rasa nervous yang dialaminya. Maklum, pengalaman untuk berpidato seusia mereka belum terlalu banyak.

Para panitia membawa setumpuk kertas hasil peserta lomba sambil berunding untuk  menentukan juaranya. Di waktu luang yang ada, panitia juga membagikan snack dan doorprise menarik. Pengumuman hasil lomba di umumkan oleh pembawa acara, dan masing-masing juara mendapatkan tropi dan hadiah menarik.

 Anak bertubuh besar dan memiliki kulit sawo matang itu bernama Gugus (11), Juara 1 lomba pidato. Dengan rasa bangga, ia menerima tropi dan hadiah yang diberikan langsung oleh bapak Lurah. Horee..Alhamdulillah kata Gugus, karena ini pengalaman pertamanya mendapat tropi juara 1. Sambil memegang erat tropi yang didapatkannya, ia tersenyum melihat camera. Tepuk tangan teman-temannya menambah suasana menjadi meriah. (windya/tbmkelsimomulyo/sby)

Artikel